https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/alinsan/issue/feed Al-INSAN Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam 2021-11-30T21:35:19+08:00 Lalu Wahyu Putra Utama Wahyuputrautama786@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>AL-INSAN</strong> is a journal published by the Faculty of Da'wah Islamic Institute of (IAI) Nurul Hakim. Publication of this journal to enrich the theoretical dimension and new research results in the field of counseling education, guidance and counseling, psychology, and the religious phenomenon in the community like social media as an alternative to Da'wah media, dakwatainments and social-religious issues are interesting to be examinated and analyzed. Thus, the Journal of AL-INSAN is a combination on the study of guidance and counseling and Islamic da'wah.</p> <p><strong>AL-INSAN</strong> merupakan jurnal yang dipublikasikan oleh Fakultas Dakwah Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim. Publikasi dari Jurnal Ilmiah AL-INSAN untuk memperkaya aspek teoretis dan hasil-hasil penelitian dalam studi Bimbingan dan Konseling, pendidikan Konseling, psikologi dan fenomena keagamaan atau isu sosial-keagamaan yang menarik untuk dikaji. Oleh sebab itu, Jurnal AL-INSAN merupakan wadah interdisipliner kajian Bimbingan dan Konseling dan isu-isu keagamaan. </p> https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/alinsan/article/view/116 Pendidikan Konseling Islam Berbasis kearifan lokal 2021-11-15T10:40:28+08:00 <p>Pendidikan adalah sebuah proses pembelajaran yang sudah jelas aturan, tata cara, tata kelola yang di atur dalam undang-undang beserta turunannya, begitu juga dengan konseling berdasarkan permendikbud nomor 111 tahun 2014, aturan, tata cara dan tata kelola pun sudah jelas di atur sehingga landasan yuridis tidak ada masalah, konseling adalah sebuah disiplin ilmu tersendiri dalam dunia pendidikan yang mana tujuh puluh lima persen refrensinya adalah ilmu psikologi, dalam ilmu konseling ada beberapa teori, konsep dan pendekatan menjadi pilihan dalam pelaksanaan proses konseling salah satunya pendekatan berbasis agama, berbasis kearifan lokal yang sehingga dalam tulisan ini sesuai judulnya pendidikan konseling Islam berbasis kearifan lokal, kaitan titik temu dua pendekatan ini dimana, seperti apa, bagaimana sistem maupun mekanisme dan teknik pelaksanaannya serta teori-teori dan filsafat yang di pakai sebagai kerangka pikir antara konseling, Islam dan Kearifan Lokal.</p> <p><em><strong>Kata Kunci</strong>: Konseling, Kearifan Lokal.</em><em> Teori</em></p> 2021-11-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 wildan Halid, Heri Padli, Miftahul Jannah https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/alinsan/article/view/124 Agama dan Spiritual dalam Bimbingan Konseling 2021-11-29T22:14:12+08:00 <p>Agama merupakan separangkat aturan dan peraturan yang menghubungkan antara seorang hamba dan Tuhannya, relasi antara sesama serta bagaimana hubungannya dengan alam sekitar. Selain berhubungan dengan hukum atau peraturan yang musti ditaati oleh setiap pemeluknya, agama juga mengandung nilai spiritual didalamnya memberi ketenangan pada setiap jiwa pemeluknya baik secara langsung dan tidak langsung berdampak pada perubahan individu, yang tadinya tidak baik menjadi lebih baik, hidupnya penuh masalah menjadi lebih terarah. Maka, memahami fitrah agama, di dalamnya mengandung nilai-nilai spiritualitas, masalah dalam diri manusia dapat diselesaikan dengan pendekatan dogmatis. Model ini juga dimanfaatkan dalam bimbingan dan konseling, melalui &nbsp;konseling spiritual Islam yaitu proses pemberian bantuan kepada individu dalam mengembangkan fitrahnya sebagai makhluk yang beragama dan mengatasi masalah yang dihadapinya dengan berlandaskan pada al-Quran dan Sunnah Nabi Saw, sehingga mampu menjadikan manusia yang lebih baik dan luhur. <strong>Agama</strong>,&nbsp;<strong>spiritual</strong>&nbsp;<strong>dan</strong>&nbsp;bimbingan <strong>konseling</strong>&nbsp;memiliki tujuan dan misi yang sama, meskipun pada hakikatnya mereka adalah berbeda. Memiliki tugas yang sama yaitu untuk memberikan bantuan dan penanganan bagi orang yang membutuhkan dalam menghadapi permasalahan gangguan kesehatan mental dan menciptakan hidup yang lebih baik dan sehat.&nbsp; Dalam penelitian ini, berupaya untuk menjelaskan bagaimana letak spiritualitas dan arti pentingnya dalam menyelesaikan permasalahan individu. Penelitian ini menemukan bahwa, adanya hubungan yang dialogis antara bimbingan spiritualitas dalam menyelesaikan masalah, di mana setiap individu memiliki masalahnya masing-masing di antaranya perceraian, kecemasan akan masa depan, perilaku menyimpang dan rasa putus asa.</p> <p>&nbsp;</p> 2021-11-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Firad Wijaya https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/alinsan/article/view/125 Kecemasan Orangtua terhadap Pergaulan Bebas Remaja dan Upaya Preventifnya melalui Pendekatan Prognosis 2021-11-29T22:21:40+08:00 <p>Pergaulan remaja yang bebas sebenarnya dikarenakan oleh segala macam perkembangan yang disalah artikan oleh remaja itu sendiri maupun lingkungannya. Seks bebas menyebabkan para remaja kehilangan bangku sekolahnya, sama halnya juga para mahasiswi yang terpaksa berhenti kuliah karena hamil diluar nikah. Selain itu, hamil diluar nikah dapat berujung pada pengguguran janin, baik melalui aborsi ataupun bunuh diri karena tidak siapnya menerima kenyataan hamil diluar nikah. Terpenting sebenarnya adalah bagaimana remaja dapat menempatkan dirinya sebagai remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan agama dan norma yang berlaku dalam masyarakat serta dituntut peran serta orangtua dalam memperhatikan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari anaknya, memberi pendidikan agama dan pendidikan seks yang benar. Oleh sebab itu, permasalahan ini merupakan tugas seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali. Usaha untuk melakukan pencegahan sudah semestinya terus dilakukan untuk menyelamatkan generasi muda. Agar lebih bermoral, agar lebih bisa diandalkan untuk kebaikan negara ke depan. Pergaulan juga mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan yang &nbsp;dilakukan itu mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan negatif. Pergaulan positif dapat berupa kerja sama antar individu atau kelompok guna melakukan hal–hal yang positif. Sedangkan pergaulan negatif &nbsp;lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal itulah yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati diri.</p> 2021-11-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Andri Afriani https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/alinsan/article/view/126 Terapi Gestalt untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMK Kesehatan Karya Adi Husada Rakam Lombok Timur 2021-11-29T22:28:09+08:00 Ahmad Salman Alparizi Ahmadalparizi8@gmail.com <p>Motivasi merupakan keadaan yang ada dalam diri seorang individu untuk melakukan suatu perubahan. Perubahan yang dimaksud bergerak ke arah yang lebih positif. Selain itu, motivasi berhubungan dengan perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, munculnya motivasi ditandai dengan adanya perubahan energi dalam diri seseorang yang dapat disadari atau tidak. Hubungannya dengan proses pendidikan, belajar adalah suatu adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. Belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotorik untuk memperoleh tujuan tertentu. Maka dari itu, salah satu aspek penting dalam proses pendidikan adalah upaya untuk terus memotivasi peserta didik untuk terus belajar. Motivasi belajar siswa SMK Kesehatan Karya Adi Husada Rakam dipengaruhi oleh&nbsp; motivasi intrinsik dan ekstrinsik, motivasi intrinsik berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorong melakukan tindakan belajar dan motivasi ekstrinsik berasal dari luar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan motivasi belajar siswa dengan terapi gestalt. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan <em>field</em> <em>research</em>, Subjek pada penelitian ini adalah keseluruhan siswa dan subyek khusus yang diobservasi dan wawancara sebanyak 10 siswa. Dengan penerapan teknik-teknik yang ada pada terapi gestalt mampu meningkatkan motivasi belajar siswa SMK Kesehatan Karya Adi Husada Rakam.</p> 2021-11-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Ahmad Salman Alparizi Salman https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/alinsan/article/view/127 Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Mengatasi Tingkat Kedisplinan ( Studi kasus Kelas VIII MTs Putri Nurul Hakim) 2021-11-29T22:36:10+08:00 zulkarnain uinmataram2018@gmail.com <p>Latar belakang dalam penelitian ini berdasarkan hasil observasi di Madrasah Tsanawiyah Putri Nurul Hakim terdapat banyaknya siswi-siswi ketidak displinan seperti: sering bolos 20%, malas masuk sekolah 10 %, sering terlambat masuk kelas 30 %, dan jarang mengerjakan tugas 18% yang diberikan guru pada kelas VIII.Adapun metode penelitian yang digunakan dalam peneliti ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendapatkan data atau informasi secara mendalam mengenai Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Mengatasi Tingkat Kedisiplinan ( Studi Kasus Kelas VIII MTs Putri Nurul Hakim) kemudian mendeskripsikannya dalam bentuk naratif. Prosedur pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.<em>Pertama</em>, Peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan siswi kelas VIII di Mts Dakwah Putri Nurul Hakim adalah dengan memberikan bantuan terhadap siswi yang memiliki masalah, memberikan teguran dan nasehat, memberikan hukuman kepada siswi ketika siswi melakukan kesalahan serta memberikan bimbingan berupa bimbingan kelompok, bimbingan individu dan bimbingan orang tua. <em>Kedua</em>, strategi yang digunakan oleh guru BK dalam meningkatkan kedisiplinan siswi di Mts Dakwah Putri Nurul Hakim adalah strategi kerjasama antara guru bimbingan konseling beserta guru mata pelajaran yang lainnya dengan orang tua siswa, karena dengan cara tersebut siswi akan selalu di bantu dalam menyelesaikan masalah yang di hadapinya</p> 2021-11-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 zulkarnain