https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/issue/feed Jurnal El-Hikam 2022-06-29T15:09:42+08:00 Rusdan rusdan1983@gmail.com Open Journal Systems <p><span id="result_box" class="" lang="en" tabindex="-1">El-Hikam Journal (ISSN <a title="ISSN CETAK" href="http://u.lipi.go.id/1180425424" target="_blank" rel="noopener">1978-2152</a>) is published by P2M STIT first Nurul Hakim (before it turns into P3M Nurul Hakim Islamic Institute) since Friday, March 21, 2008. And online publishing in 2015 (E-ISSN <a title="E-ISSN ONLINE" href="http://u.lipi.go.id/1458924841" target="_blank" rel="noopener">2541-3465</a>). El-Hikam journal contains articles results of research and analytical or critical studies in education and religion studies, in order to endeavor the development, exploration, and <span class="">explanation of</span> knowledge before the audience of educated <span class="">people</span> of Indonesia and the World. <span class="">Those who are interested</span> <span class="">can</span> <span class="">apply for</span> posts (articles) or the results of research to the Journal Editor &amp; <span class="">Administration</span> <span class="">El</span>-Hikam in LP3M Institute of Nurul Hakim Jl. TGH. Abdul Karim 1 <span class="">Kediri</span> <span class="">Lombok</span> Barat <span class="">NTB</span> <span class="">83 362</span> | Tel. (0370) 6175357 Fax <span class="">(0370) 6175387</span> <span class="">email:</span> elhikam@iainh.ac.id</span></p> https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/145 MELACAK MAQASHID ASY-SYARI’AH DI BALIK PELARANGAN RIBA 2022-02-16T14:34:27+08:00 Rusdan Rusdan rusdan1983@gmail.com <p><strong>Dalam segala bentuknya, riba telah diharamkan dalam Islam. Latar belakang pelarangan ini erat kaitannya dengan <em>mashlahah</em> yang hendak diraih dan <em>mafsadah</em> yang hendak dihindari. Ditilik dari sisi <em>maslhahah</em>, pengharaman riba ini semata-mata demi melindungi kemaslahatan manusia, baik secara individu maupun kolektif, baik yang menyangkut akhlak, sosial, ekonomi, dan sebagainya. Sementara sisi <em>mafsadah</em> yang hendak dihindari dalam praktik riba ini adalah karena adanya unsur kezaliman di dalamnya, bukan hanya pada salah satu pihak, melainkan pada kedua belah pihak sekaligus. Oleh karenanya, dengan diharamkannya riba, maka kezaliman yang melekat pada riba akan hilang dan musnah dengan sendirinya.</strong></p> <p><strong>Penelitian ini termasuk penelitian pustaka (<em>library research</em>) yang menghimpun berbagai referensi akademik yang berkaitan dengan persoalan yang menjadi fokus penelitian. Berbagai referensi yang diperoleh melalui teknik dokumetasi kemudian disistematisasi, ditelaah, hingga akhirnya disusun dalam suatu karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.</strong></p> <p><strong>Secara spesifik,<em> maqashid asy-syariah</em> di balik pengharaman riba bertumpu pada empat hal, yakni: (1) agar uang tidak menjadi komoditas yang diperjualbelikan sehingga uang tidak melahirkan uang, akan tetapi uang sesuai dengan fungsinya tetap menjadi alat tukar menukar dalam sirkulasi barang dan jasa; (2) agar tercipta keadilan dalam bermuamalah; (3) agar tidak terjadi perubahan motif dalam memberi pinjaman yang semula berorientasi <em>tabarru’</em> (sosial) menjadi transaksi yang berorientasi <em>mu’awadhah</em> (bisnis); dan (4) dimaksudkan untuk mencegah para rentenir berbuat kezaliman kepada penerima pinjaman.</strong></p> 2022-06-29T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2022 Jurnal El-Hikam https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/148 FEODAL INTELEKTUAL SEBAGAI KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL BAGI INSTITUSI PENDIDIKAN PESANTREN DAN MADRASAH 2022-02-24T17:09:10+08:00 Adi Fadli adifadli733@gmail.com Lalu Agus Murzaki lamzet81@gmail.com <p><strong>Konstruksi istilah feodal intelektual mengacu pada</strong><strong> pandangan kaum cerdik pandai (bangsawan) yang berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan. Namun demikian, istilah feodal intelektual yang berkisar pada makna pandangan kaum cerdik pandai, baik bangsawan maupun bukan bangsawan yang berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan menimbulkan beberapa implikasi, satu di antaranya menyangkut <em>terma </em>baru perihal siapakah yang termasuk dalam golongan feodal intelektual?.</strong></p> <p><strong>Pendidikan Islam multikultural sebagai pendidikan agama yang bernafaskan perdamaian memiliki kepekaan terhadap realitas sosial, lebih mengutamakan keselamatan sosial, serta dilandasi dengan nilai-nilai persatuan dan keadilan seperti yang terkandung dalam al-Qur’an dan al-Hadith. Dari sini diharapkan </strong><strong>peserta didik mampu menerima, mengakui dan menghargai perbedaan orang lain. Pendidikan agama Islam multikultural menggunakan seperangkat metodologi keilmuan yang dapat membantu seseorang memahami pengetahuan secara komprehensif, yakni hermeneutika</strong><strong>.</strong></p> <p><strong>Secara umum, artikel ini menawarkan 3 kerangka dasar agar konsepsi feodal intelektual di pesantren dan madrasah dapat dicapai, yakni: (1) Keanekaragaman kurikulum menuju spesialisasi keahlian harus dimulai sedini mungkin; (2) Spesialisasi keahlian sebagai akar <em>tasamuh</em> intelektual yang melahirkan model cara pandang yang komprehensif harus terus diupayakan; dan (3) Kesetaraan pendidikan bagi setiap warga negara meneguhkan feodal intelektual.</strong></p> <p><strong> </strong></p> 2022-06-29T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2022 Jurnal El-Hikam https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/153 REORIENTASI TEORI PEMBELAJARAN PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI 2022-03-12T08:15:02+08:00 Wely Dozan welydozan77@gmail.com M. Farhan Hariadi farhanhariady777@gmail.com <p><strong>Akhir-akhir ini, diskursus tentang teori pembelajaran pendidikan Islam semakin berkembang, terutama dalam perspektif pemikiran Islam sebagai salah satu insrumen tranformasi guna melakukan perubahan dalam spektrum kehidupan yang lebih baik. Dalam konteks ini, pendidikan dimaksudkan sebagai solusi alternatif dalam menggali keberhasilan sekaligus mengembangkan pembelajaran sesuai dengan basis-basis keislaman. Tidak jarang konstruk berpikir para pemikir Muslim ketika membangun argumen dan statemen dalam merumuskan metode dan konsep pembelajaran, lebih-lebih implikasinya terhadap pendidikan di era modern masih jauh dari idealita normatif.</strong></p> <p><strong>Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana konsep pembelajaran dalam perspektif Imam Al-Ghazali sekaligus bagaimana kontekstualisasinya di era modern. Ada beberapa asumsi dasar dalam penelitian ini yang menjadi pegangan yakni, </strong><strong><em>Pertama</em></strong><strong>, telaah konsep pendidikan Islam, </strong><strong><em>Kedua</em></strong><strong>, tujuan dan prinsip pendidikan Imam al-Ghazali, </strong><strong><em>Ketiga</em></strong><strong>, menggali filosofis konsep pembelajaran dan relevansinya di era modern. Dilihat dari jenisnya penelitian ini termasuk studi literatur (</strong><strong><em>library riset</em></strong><strong>) yang berupaya menelaah berbagai pustaka relevan guna mendeskripsikan masalah penelitian.</strong></p> <p><strong>Secara ringkas dapat ditarik kesimpulan bahwa Imam al-Ghazali menaruh perhatian dan kepedulian yang besar terhadap dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa setiap guru atau pendidik harus berupaya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta konsep pembelajaran harus sesuai dengan basis-basis Qur’ani yang berorintasi pada nilai-nilai ajaran Islam itu sendiri.</strong></p> <p><em> </em></p> 2022-06-29T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2022 Jurnal El-Hikam https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/166 NILAI-NILAI KERJA KERAS (KREATIF, RAJIN, ULET, TELITI, TEKUN, KOMITMEN, DISIPLIN DAN BERILMU) DAN CINTA TANAH AIR DALAM ISLAM 2022-03-28T22:54:24+08:00 Idail Uzmi Fitri Umami Uchihaumami@gmail.com Muhammad Sobri muhammad.sobri@unram.ac.id <p><strong>Pendidikan karakter sedang didengungkan kembali oleh pemerintah akhir-akhir ini, terutama pasca muculnya berbagai kasus kenakalan remaja yang kerap kali mewarnai media masa, mulai dari kasus narkoba, seks bebas, tawuran antar pelajar hingga kasus terbaru di mana seorang murid membunuh gurunya. Untuk itu, pendidikan karakter dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan nasional meskipun implementasinya belum maksimal.</strong></p> <p><strong>S</strong><strong>alah satu pendidikan karakter yang perlu dibentuk dan ditumbuhkan kepada anak adalah nilai karakter kerja keras dan cinta tanah air. Nilai Kerja keras ini perlu </strong><strong>ditegakkan</strong><strong> kepada anak maupun remaja agar mereka bisa menghargai setiap perjuangan orang</strong> <strong>tuanya yang mencari rizki untuknya sehingga berdampak ia semakin rajin belajar, berbakti dan sebagainya. Begitupun juga cinta tanah air tidak kalah urgen, </strong><strong>terlebih lagi</strong><strong> saat ini </strong><strong>I</strong><strong>ndonesia tengah </strong><strong>dibayangi</strong><strong> isu perpecahan karena keberagaman indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras</strong><strong>, </strong><strong>agama</strong><strong> dan sebagainya</strong><strong>. Oleh sebab itu</strong><strong>,</strong><strong> cinta tanah air ini perlu ditanamkan ke generasi selanjutnya sebagai t</strong><strong>o</strong><strong>nggak estafet penerus bangsa</strong><strong>.</strong></p> 2022-06-29T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2022 Jurnal El-Hikam https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/178 MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TURNAMENT (TGT) 2022-06-02T06:41:49+08:00 Ahmad Ahmad ahmad@universitasbumigora.ac.id Habib Ratu Perwira Negara habib.ratu27@gmail.com Kiki Riska Ayu Kurniawati kikirak27@uinmataram.ac.id <p><strong>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Team Game Tournament</em> (TGT). Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs. Darul Falah Batu Jangkih yang berjumlah 28 orang. Metode penelitian yang diperguanakan adalah penelitian tindakan kelas yang bersifat kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahuibahwa pada siklus I, siswa memiliki nilai rata-rata nilai 72,22 dan tingkat ketuntasan klasikal 83,10%. Artinya tingkat ketuntasan belajar siswa belum tercapai sesuai dengan standar ketuntasan belajar yang telah ditentukan. Pada siklus ini belum memenuhi ketuntasan belajar klasikal sesuai dengan yang ditentukan yaitu </strong><strong>85%. Berdasarkan hasil analisis siklus II, rata-rata nilai siswa adalah 85,10, dan tingkat ketuntasan klasikal siswa 95%. Artinya ketuntasan siswa didasarkan pada tingkat penguasaan yang telah ditentukan sudah sesuai dengan ketentuan yang sudah ditentukan. Dengan demikian maka maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan prestasi belajar siswa hal ini terjadi karena pada model pembelajaran tersebut siswa diberikan kesempatan untuk belajara sambil bermain, belajar berdiskusi kelompok, mengajukan perntayaan, membuat kesimpulan, saling berbagi ilmu dengan cara membimbing anggota kelompoknya kalau ada yang belum memahami materi dengan baik dan siswa juga tidak malu untuk bertanya dan berdiskusi dengan guru ketika prosesi bimbingan kelompok. Dengan adanya kegiatan tersebut, maka model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.</strong></p> 2022-06-29T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2022 Jurnal El-Hikam https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/186 STRATEGI SURVIVAL PELAKU UMKM DI MASA PANDEMI 2022-06-28T05:55:17+08:00 <p><strong>Dampak Covid-19 seolah membuka tabir ingatan pada peristiwa krisis moneter yang melanda Asia dan Indonesia pada tahun 1997. Kenyataan pahit yang dirasakan hampir tiga dekade silam itu ternyata menyisakan “kisah hebat” pelaku UMKM yang mampu bertahan meski badai krisis begitu dahsyat menghantam. Pelaku UMKM begitu tangguh bertahan (<em>survive</em>) dengan “caranya sendiri,” berjuang mengahadapi hantaman krisis monoter tersebut.</strong></p> <p><strong><em>Corona Virus Disease</em></strong><strong> 2019 (<em>Covid-19</em>) kembali menguji pengusaha UMKM untuk “mengeluarkan jurus jitu”/strategi supaya mereka tetap <em>survive</em> di tengah pandemi. Strategi survival pengusaha konveski di Desa Kediri Selatan terlihat dalam strategi mengembangkan usaha, strategi kompetisi dan strategi pemasaran. Pilihan-pilihan strategi tersebut menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka.</strong></p> <p><strong>Kajian deskriptif yang dilakukan terhadap 17 pengusaha konveksi di Desa Kediri Selatan diperoleh fakta empiris tentang pilihan-pilihan strategi survival. Strategi pengembangan usaha yang dilakukan oleh pengusaha konveksi adalah <em>intensive strategy</em> (strategi intensif); sebuah model strategi dengan meningkatkan posisi persaingan melalui produk yang sudah ada. Kemudian dalam rangka menghadapi kompetisi, pengusaha memilih strategi kombinasi antara strategi diferensiasi dan strategi fokus. Sedangkan dalam rangka pemasaran, pengusaha konveksi telah berusaha menyelaraskan dengan kegiatan pemasaran lainnya seperti strategi bauran pemasaran (<em>marketing mix strategy</em>)<em>.</em> </strong></p> 2022-06-29T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2022 Jurnal El-Hikam