Jurnal El-Hikam https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam <p><span id="result_box" class="" lang="en" tabindex="-1">El-Hikam Journal (ISSN <a title="ISSN CETAK" href="http://u.lipi.go.id/1180425424" target="_blank" rel="noopener">1978-2152</a>) is published by P2M STIT first Nurul Hakim (before it turns into P3M Nurul Hakim Islamic Institute) since Friday, March 21, 2008. And online publishing in 2015 (E-ISSN <a title="E-ISSN ONLINE" href="http://u.lipi.go.id/1458924841" target="_blank" rel="noopener">2541-3465</a>). El-Hikam journal contains articles results of research and analytical or critical studies in education and religion studies, in order to endeavor the development, exploration, and <span class="">explanation of</span> knowledge before the audience of educated <span class="">people</span> of Indonesia and the World. <span class="">Those who are interested</span> <span class="">can</span> <span class="">apply for</span> posts (articles) or the results of research to the Journal Editor &amp; <span class="">Administration</span> <span class="">El</span>-Hikam in LP3M Institute of Nurul Hakim Jl. TGH. Abdul Karim 1 <span class="">Kediri</span> <span class="">Lombok</span> Barat <span class="">NTB</span> <span class="">83 362</span> | Tel. (0370) 6175357 Fax <span class="">(0370) 6175387</span> <span class="">email:</span> elhikam@iainh.ac.id</span></p> id-ID rusdan1983@gmail.com (Rusdan) Weliarjuna@gmail.com (Weli Arjuna) Rab, 23 Des 2020 00:00:00 +0800 OJS 3.2.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 DINAMIKA DIALEKTIKA ULAMA’ MAZHAB TENTANG PEMANFAATAN BARANG GADAI (AR-RAHN) https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/22 <p>Gadai atau <em>ar-rahn</em> adalah akad utang piutang antara <em>ar-rahin</em> dengan <em>al-murtahin</em>, di mana <em>ar-rahin</em> selaku pihak yang berutang menyerahkan suatu barang sebagai jaminan pelunasan utang yang telah diterimanya (<em>al-marhun bih</em>) kepada <em>al-murtahin</em>. <em>Al-marhun</em> yang berada dalam penguasaan <em>al-murtahin</em> menjadi amanah baginya. Sehingga ia berkewajiban menjaga dan memeliharanya sebagaimana ia menjaga harta bendanya sendiri. Jika barang yang menjadi <em>al-marhun</em> hilang atau rusak dalam penjagaan dan pemeliharaannya, maka ia tidak berkewajiban menggantinya.</p> <p>Dalam Islam, harta benda, tak terkecuali <em>al-marhun</em> yang berada di bawah penguasaan <em>al-murtahin</em> tidak boleh disia-siakan dan ditelantarkan. Kenyataan ini memunculkan masalah hukum. Siapakah yang mesti memanfaatkan <em>al-marhun</em> tersebut.? <em>Ar-rahin</em> selaku pemilik barang ataukah <em>al-murtahin</em> selaku pihak yang menguasai <em>al-marhun</em>? Untuk menjawab masalah hukum tersebut, artikel ini disusun secara sistematis. Metode penulisan yang digunakan adalah studi kepustakaan atau biasa disebut <em>library research</em>, dengan jalan mengumpulkan, menelaah, dan mengkaji berbagai literatur terkait, kemudian disusun dalam sebuah artikel ilmiah.</p> <p>Dari hasil telaah terhadap berbagai literatur, dapat disimpulkan bahwa ulama’ tidak mencapai kata sepakat tentang pemanfaatan <em>al-marhun</em>, baik oleh <em>ar-rahin</em> sendiri maupun oleh <em>al-murtahin</em>. Menurut jumhur ulama’, <em>ar-rahin</em> selaku pemilik barang tidak dibenarkan memanfaatkan <em>al-marhun</em>. Adapun ulama’ Syafi’iyah berpendapat bahwa <em>ar-rahin</em> dibolehkan memanfaatkan <em>al-marhun</em> sepanjang dapat dijamin dalam pemanfaatan tersebut tidak merugikan dan menimbulkan kemudharatan bagi pihak <em>al-murtahin</em>. Sementara pemanfaatan <em>al-marhun</em> oleh <em>al-murtahin</em> menurut pendapat jumhur ulama’ adalah tidak boleh. Berbeda dengan pendapat jumhur, ulama’ Hanabilah menyatakan bahwa jika yang dijadikan sebagai <em>al-marhun</em> adalah binatang, maka <em>al-murtahin</em> dibolehkan memanfaatkan <em>al-marhun</em> tersebut sesuai dengan kadar biaya yang dikeluarkan untuk menafkahi <em>al-marhun</em>.</p> <p>&nbsp;</p> Rusdan Rusdan, Haeruman Hak Cipta (c) 2020 Jurnal El-hikam https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/22 Rab, 23 Des 2020 00:00:00 +0800 KONSEP SANAD DALAM PERSPEKTIF ILMU HADITS (Telaah terhadap Kualitas dan Kuantitas Hadits Nabi Muhammad Saw.) https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/23 <p><em>The study of sanad in the perspective of hadith science is a basic concept that needs to be understood and analyzed again in islamic studies. Sanad in the science of hadith is the basis or pathway narration of the hadith which has an important role in determining the quality and quantity of a hadith.</em></p> <p><em>The focus of this study is to try to provide a significant understanding of sanad in the science of hadith, then to apply it in the hadiths of the Prophet. Specifically, there are a number of basic concepts that are subject to research studies. Among them, First, explore the meaning of the term sanad in the hadith. Second, the urgency of sanad in the study of hadith. Third, understand the path of transmission and application of the quality and quantity of the Prophet's hadith. The research approach used is the study of literature that is to support solving problems both related to books, journals, articles and so on.</em></p> <p><em>The results of this study indicate that, sanad in the perspective of the science of hadith is a science that examines the origin of the narration of hadith and also to determine the quality and quantity of whether or not a hadith is accepted as hujjah in Islamic law.</em></p> Wely Dozan, Muhamad, Arif Hak Cipta (c) 2020 Jurnal El-hikam https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/23 Rab, 23 Des 2020 00:00:00 +0800 IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU MADRASAH ALIYAH SWASTA DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/49 <p><em>Knowledge management</em> merupakan rangkaian dari proses kegiatan dalam organisasi atau instansi pendidikan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, menciptakan serta menjelaskan dan mendistribusikan pengalaman dan pengetahuan kemudian dipelajari dalam organisasi guna untuk meningkatkn kualitas dan kuantitas dari organisasi tersebut.</p> <p>Dari 156 Madrasah Aliyah Swasta yang guru-gurunya telah disertifikasi, yang diambil sebagai <em>sampel</em> hanya 30 madrasah. Penentuan sampel tersebut dilakukan secara <em>purposive</em>, dengan mempertimbangakan keterwakilan wilayah/ kecamatan.</p> <p>Penelitian ini diharapkan menjadi bahan kajian bagi berbagai <em>stakeholder</em> terkait, semisal pemerintah, pihak madrasah, bahkan guru sertifikasi sendiri, khususnya yang ada pada Madrasah Aliyah Swasta di Kabupaten Lombok Tengah dalam meningkatkan profesionalitas melalui penerapan <em>knowledge management</em>. Dalam meningkatkan kemampuan profesionalitas guru sertifikasi perlu adanya pengelolaan sumber daya manusia dan IT (<em>information technology</em>) sebagai salah satu komponen yang ada pada <em>knowledge management</em>. Pengelolaan sumber daya manusia dan IT dapat dilaksanakan dalam bentuk pemberian <em>workshop</em> dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pedagogik guru dan berfungsi sebagai wadah untuk <em>sharing</em> pengetahuan tentang kemampuan guru sertifikasi. Selain itu, hal penting lainnya adalah mengeksplisitkan pengetahuan yang dimiliki guna menambah pengalaman dan potensi yang dituangkan dalam bentuk pengaplikasian pada proses pembelajaran.</p> Halimatuzzahrah Hak Cipta (c) 2020 Jurnal El-hikam https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/49 Rab, 23 Des 2020 00:00:00 +0800 TEORI AL-NAZM MENURUT AL-JAHIZ, AL-KHATTABI, AL-BAQILLANI DAN AL-JURJANI DALAM STILISTIKA TRADISI ARAB (Studi Analisis Komparatif) https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/54 <p>Artikel ini mengkaji <em>al-nazm </em>menurut empat ulama, yaitu al-Jahiz, al-Khattabi, al-Baqillani dan al-Jurjani. Menyangkut term <em>al-nazm</em>, al-Jahiz menyatakan bahwa dari sisi aspek semantik, terutama kata-kata dalam konteks tertentu bisa mengandung makna tertentu pula. Sementara Al-Khattabi membagi pengulangan tutur menjadi dua, yakni pengulangan tutur tercela dan pengulangan tutur yang baik digunakan. Ada pun al-Baqillani menggagas bahwa <em>style</em> adalah orangnya itu sendiri. Di tempat lain, al-Jurjani menegaskan bahwa definisi <em>al-nazm </em>ialah peletakan kata pada posisinya sesuai kaidah nahwu.</p> <p>Adapun persamaan gagasan dari mereka ialah: 1) Mereka sepakat bahwa <em>al-nazm </em>merupakan salah satu segi dari keindahan struktur bahasa Arab, khususnya struktur al-Qur’an; 2) Mereka berempat sepakat bahwa retorika Arab/ <em>balaghah</em> merupakan salah satu segi dari <em>i’jaz al-Qur’an</em>; 3) Al-Jahiz, al-Khattabi dan al-Jurjani sepakat mengatakan bahwa <em>i’jaz </em>merupakan salah satu karakteristik bahasa Arab, khususnya dalam koridor ilmu <em>uslub</em>; 4) Al-Jahiz, al-Khattabi dan al-Jurjani sepakat bahwa seleksi kata merupakan suatu upaya yang sangat efektif dalam penempatan dan penyusunan sebuah kalimat untuk konteks tertentu; 5) Al-Jahiz dan al-Khattabi mengemukakan bahwa dari segi <em>al-nazm, </em>kata-kata dalam al-Qur’an memiliki keistimewaan yang lain, bahwa sebagian kata-kata senantiasa tampil berdampingan, seperti الصلاة dengan الزكاة.</p> Hak Cipta (c) 2020 Jurnal El-hikam https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/54 Rab, 23 Des 2020 00:00:00 +0800 PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN SISWA (Studi Kasus pada Madrasah Aliyah Swasta Sekecamatan Praya Timur Lombok Tengah) https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/55 <p>Pengalaman kepemimpinan Kepala Madrasah yang bersifat instruktif dan <em>top down</em> telah lama dipraktikkan di sebagaian besar madrasah, terutama pada era sentralistik, di mana segala sesuatunya serba terpusat. Hasil dari model kepemimpinan yang instruktif dan <em>top down</em> tampak pada target pencapaian kurikulum, target jumlah kelulusan, formula kelulusan siswa, dan adanya desain suatu proyek peningkatan kualitas madrasah yang harus dikaitkan dengan peningkatan nilai UAN. Hal ini secara instruktif berpotensi meningkatkan kualitas kerja guru yang dipimpin. Namun ada dampak negatifnya, di antaranya madrasah tidak mengalami proses pembaruan dan inovasi.</p> <p>Dalam menjalankan perannya guna menegakkan disiplin pada siswa, Kepala Madrasah di Madrasah Aliyah Swasta sekecamatan Praya Timur berhadapan dengan beberapa problematika, seperti masih kurang (belum ada) tenaga guru BP/BK yang menangani langsung anak bermasalah seperti siswa terlambat atau kasus lainnya. Hal ini diperparah oleh kenyataan minimnya kesadaran orang tua dalam mempersiapkan atau minimal menyuruh anak-anaknya berangkat sekolah lebih pagi agar tidak terlambat.</p> muhamad supriadi, Hanapi Hak Cipta (c) 2020 Jurnal El-hikam https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/elhikam/article/view/55 Rab, 23 Des 2020 00:00:00 +0800