PENDIDIKAN PESANTREN SEBAGAI LANGKAH DEKOLONISASI PENDIDIKAN DI INDONESIA

Main Article Content

Nabil Palasenda

Abstract

Abstrak


Kolonialisasi pendidikan di Indonesia masih menjadi perbincangan di kalangan akademisi. Sejak masa kolonial, pesantren, sebagai lembaga pendidikan, telah memainkan peran penting, meskipun kurang diminati masyarakat. Pendidikan pesantren dapat menawarkan model pendidikan yang lebih mencerminkan identitas dan budaya lokal Indonesia, terutama dalam konteks dekolonisasi pendidikan. Penelitian ini mengkaji peran Pesantren Gontor dalam dekolonisasi pendidikan, fokus pada integrasi pendidikan agama Islam dengan ilmu pengetahuan umum, serta penguatan karakter dan nilai moral siswa. Metode tinjauan pustaka digunakan untuk menganalisis literatur terkait pendidikan pesantren, dekolonisasi, dan perkembangan Pesantren Gontor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Gontor menggabungkan pendidikan agama dan umum dalam kurikulumnya, mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan Islam, serta menekankan pentingnya pendidikan karakter dan moral. Pendekatan ini berkontribusi dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Model pendidikan ini tidak hanya membentuk siswa secara intelektual, tetapi juga menanamkan integritas, toleransi, dan tanggung jawab sosial, yang menjadi bagian dari prosesdekolonisasi pendidikan di Indonesia.

Article Details

Section
Articles

References

F, M. Atho’Illah Naufal. “Pesantren Dan Dekolonialisasi Pendidikan.” Diskursus Institute (blog), 6 Desember 2024. https://diskursusinstitute.org/2024/12/06/pesantren-dan-dekolonisasi-pendidikan/.

Hidayati, Okfrida, Anisa Fitri, dan Eva Dewi. “Pembaharuan Pendidikan Pesantren Menurut KH. Imam Zarkasyi Dan Syekh Sulaiman Ar-Rasuli.” Ainara Journal (Jurnal Penelitian Dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) 5, no. 3 (5 September 2024): 297–307. https://doi.org/10.54371/ainj.v5i3.544.

Imam, Maidi. “MM DEKOLONISASI: Dekolonisasi.” Jurnal Studia Administrasi 6, no. 1 (27 Maret 2024): 18–29. https://doi.org/10.47995/jian.v6i1.204.

Ismail, Moh. “Sistem Pendidikan Pesantren Modern Studi Kasus Pendidikan Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo.” At-Ta’dib 6, no. 1 (26 Juni 2011). https://doi.org/10.21111/at-tadib.v6i1.553.

Kemenag. “Tiga Tantangan Pesantren Di Masa Depan.” https://kemenag.go.id. Diakses 5 Januari 2025. https://kemenag.go.id/nasional/tiga-tantangan-pesantren-di-masa-depan-rp5can.

Laode Abdul Wahab. “Perilaku Berbahasa Santri Pondok Modern Gontor Pudahoa.” AL-IZZAH, 2014.

Mukri, Syarifah Gustiawati, Retno Triwoelandari, Noor Isna Alfaein, dan Nazwa Aulia. “Model Pendidikan Karakter Di Pesantren Modern Perspektif KH. Imam Zarkasyi.” PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora 4, no. 1 (25 Desember 2024): 1281–90. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i1.7106.

Munaris, Iqbal Hilal, dan Muharsyam Dwi Ananta. POSKOLONIAL: MIMIKRI (Teori dan Praktik). Yogyakarta: Selat Media, 2023.

Muzaki, Iqbal Amar, Moh Subhan, dan FAI Universitas Islam Madura. “PESANTREN: Tantangan dan peluang pendidikan Islam masa kini (Studi Ponpes An-Najah I Karduluk).” . . Vol., t.t.

Setiawan, Arif, dan Imam Ibnu Hajar. “The Peran KH. Imam Zarkasyi Dalam Mengembangkan Pondok Pesantren Gontor Ponorogo.” Konferensi Nasional Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam 1 (11 Oktober 2024): 416–25.

Wardani, Ayu Pramudia Kusuma, dan Rustam Ibrahim. “Pendidikan Islam Dalam Perspektif Trimurti Pendiri Pesantren Gontor.” MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 11, no. 1 (31 Maret 2024): 200–235. https://doi.org/10.69896/modeling.v11i1.2035.