MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/muslimpreneur <p><strong>Muslimpreneur</strong> merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ekonomi Islam Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim di bawah naungan LP2M IAI Nurul Hakim. Jurnal Muslimpreneur mempublikasikan hasil penelitian seputar ekonomi, bisnis dan perbankan Islam.</p> <p>Kami mengundang para akademisi serta menerbitkan untuk diterbitkan dalam jurnal kami yang akan segera diterbitkan</p> <p> </p> en-US MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman 2798-0545 PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP SYARIAH PADA BISNIS FASHION AMILY HIJAB https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/muslimpreneur/article/view/158 <p>Bisnis Syariah merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan harus berlandaskan syariah. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar menjadikan bisnis pada sektor <em>fashion</em> meningkat. Bisnis <em>fashion</em> berdasarkan prinsip syariah akan mendatangkan pengusaha kepada keuntungan secara ekonomi dan sosial karena dalam pelaksanaannya harus memenuhi standar perilaku bisnis secara prinsip syariah diantaranya: taqwa, sopan, santun, kepedulian dan kepercayaan. Salah satu toko yang bergerak dibidang bisnis <em>fashion</em> berbasis syariah yaitu Amily Hijab. Amily Hijab merupakan brand lokal hijab syari dikota Tasikmalaya dalam usaha perdagangan dibidang busana muslim dengan ciri khas produknya berupa gamis syari dan jilbab syari yang hadir dengan produk yang di desian khusus untuk para muslimah Milenial di kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dengan langkah-langkah data <em>reduction</em> (reduksi data), data <em>display</em> (penyajian data), dan <em>conclusion drawing</em> (verifikasi dan kesimpulan). Dalam penelitian ini ditemukan bahwa amily hijab telah ada selalu berusaha konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip syariah dan etika dalam berbisnis syariah dalam bisnis tersebut.</p> Sandi Mulyadi Copyright (c) 2022 MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman 2022-07-31 2022-07-31 2 2 31 43 Islamic Service Quality and Customer Switching Factor Among Islamic Banks in Yogyakarta Province From Maqasid Syariah Perspective https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/muslimpreneur/article/view/167 <p>In the current globalization era, banking faces a number of challenges, including service quality, product development, human resource development, development in information technology, and regulatory aspects. The Financial Services Authority (OJK) has recorded that the sharia finance industry in Indonesia continues to experience positive growth. The development of sharia economy in Yogyakarta Special Province (DIY) is relatively positive, and even the growth of sharia banking sector exceeds that of conventional banking. In line with the increasing number and development of sharia financial institutions, there has to be subsequent efforts to improve the customer service quality, especially in terms of Islamic services. A quality service is considered as an important aspect to build the image of a product. <br>This study aimed to examine of Islamic service quality and customer switching factor in Islamic Banks. The data was collected through a questionnaire distributed to the customers of Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, Bank BNI Syariah, and Bank BRI Syariah in Yogyakarta Special Province. There were 150 respondents involved in this study. The research method used was descriptive analysis with the quantitative approach.<br>The results of this study proved that the Islamic service quality, the assurance dimension has the highest total score, the reliability dimension has the second highest total score, and the complience dimension has the lowest total score. In the customer switching factor, the ethical problems dimension has the highest total score, the pricing dimension has the second highest total score, and the core service failures dimension has the lowest total score.</p> Krisnanda Copyright (c) 2022 MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman 2022-07-31 2022-07-31 2 2 1 30 STRATEGI PEMASARAN PERAJIN ANYAMAN KETAK DI DESA SENGKERANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/muslimpreneur/article/view/168 <p>Pemasaran secara awam dimaknai sebagai proses mempertukarkan produk baik berupa barang ataupun jasa kepada konsumen, dan kegiatan ini kerap dimaknai sebagai proses yang berdiri sendiri terlepas dengan kegiatan yang lain. Memaknai pemasaran seperti ini kemudian membawa kepada implikasi pemasaran sering terjadi sebelum produk dibuat dan siap didistribusikan.</p> <p>Padahal pemasaran adalah kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen (<em>probe/search</em>), menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen (<em>product</em>), menentukan tingkat harga (<em>price</em>), mempromosikannya supaya dikenal konsumen (<em>promotion</em>) dan mendistribusikan ke tempat konsumen (<em>place</em>).</p> <p>Kajian Deskriptif yang dilakukan terhadap 15 perajin anyaman <em>ketak</em> di Desa Sengkerang Kabupaten Lombok Tengah diperoleh fakta empiris tentang strategi pemasaran yang mereka terapkan. Perajin anyaman <em>ketak</em> sudah menerapkan strategi bauran pemasaran (<em>marketing mix strategy</em>), &nbsp;&nbsp;yang meliputi&nbsp; strategi produk, strategi harga, strategi lokasi dan distribusi serta strategi promosi.</p> <p>Dalam hal produksi, perajin memproduksi berdasarkan permintaan pasar. Perajin ternyata tanpa disadari telah mengadopsi pola bisnis&nbsp; modern, yakni memproduksi apa yang bisa dijual, tidak menjual apa yang bisa diproduksi. Dalam literatur Manajemen Pembiayaan teknik ini sering disebut <em>just in time</em>, sebuah konsep bisnis modern yang kontra dengan model tradisional.</p> <p>Lama waktu pengerjaan, jenis dan jumlah bahan yang digunakan serta tingkat kesulitan menjadi penentu harga di pasar. Harga tergantung biaya produksi, dengan menambah keuntungan sekitar 20-30 persen dari biaya produksi total. Metode penentuan harga yang digunakan perajin diistilahkan dengan <em>cost plus pricing method</em> .</p> <p>Pemasaran anyaman <em>ketak</em> ada yang dilakukan secara langsung adapula yang tidak langsung. Pemasaran langsung berarti barang dibeli langsung oleh konsumen dari perajin, sedangkan pemasaran tidak langsung berarti konsumen tidak langsung mendapatkan barang kerajinan dari perajin tetapi diperoleh dari pihak-pihak lain misalnya <em>artshop</em> dan lainnya.</p> Sahirul Alim Copyright (c) 2022 MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman 2022-07-31 2022-07-31 2 2 43 65 Implementasi Prinsip Ta’awun Pada Lembaga Asuransi Syariah https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/muslimpreneur/article/view/187 <p>Konsep taawun atau tolong menolong merupakan salah satu prinsip yang terdapat pada asuransi syariah yang sering kita lihat, penulisan hasil imiah ini menjawab bagaimana pengelolaan dana dalam asuransi syariah khususnya pada lembaga asuransi syariah. Dalam kepenulisan ini para penyusun menulisnya dengan menghimpun pembacaan literatur yang disertai dengan artikel pendukung yang bersumber dari internet. Kesimpulan yang dapat kami pahami bahwa penerapan asuransi syariah sangat berbeda dengan asuransi konvensional. Dalam asuransi syariah masyarakat muslim di harapkan bisa saling tolong menolong kepada sesama yang terkena musibah. Konsep taawun atau tolong menolong merupakan salah satu prinsip yang terdapat pada asuransi syariah yang sering kita lihat, penulisan hasil ilmiah ini menjawab bagaimana pengelolaan dana dalam asuransi syariah khususnya pada lembaga asuransi syariah dengan konsep penerapan prinsip taawun. Dalam kepenulisan ini para penyusun menulisnya dengan menghimpun pembacaan literatur yang disertai dengan artikel pendukung yang bersumber dari internet. Adapun Kesimpulan&nbsp; yang dapat kami pahami dan dapat kami sampaikan bahwa setelah membaca literatur - literatur yang ada, yakni dalam penerapan lembaga keuangan di asuransi syariah sangat berbeda dengan asuransi konvensional. Dalam asuransi syariah masyarakat muslim di harapkan untuk bisa ikut perihatin dan dapat saling tolong menolong kepada sesama yang sedang tertimpa musibah, karena dalam suatu hadis disebutkan bahwa "sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat". Sehingga untuk dapat mewujudkannya hal tersebut di perlukan penerapan dalam kehidupan sehari-hari salah satunya adalah penerapan taawun di sebuah lembaga keungan syariah non bank yakni asuransi syariah. Didalam asuransi syariah ini semuanya sudah sesuai dengan prinsip prinsip yang di anjurkan oleh ajaran Islam.</p> Copyright (c) 2022 MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman 2022-07-31 2022-07-31 2 2 66 84 ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT : STUDI KASUS PEMBANGUNAN PABRIK PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN (SMELTER) OLEH PT. AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/muslimpreneur/article/view/188 <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p>Tujuan dari penelitian ini antara lain, 1) Mengetahui dan mendeskripsikan rencana pembangunan proyek Smelter; 2) Mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap rencana pembangunan proyek Smelter; 3) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel sebanyak 60 responden yang diambil secara aksidental sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisa deskriptif kuantitatif, dan analisis <em>kendall tau-b.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa barat memberikan dukungan yang optimal terkait pembangunan proyek Smelter yang saat ini akan memasuki tahap konstruksi utama. Hasil berkenaan dengan persepsi masyarakat menunjukkan bahwa secara umum masyarakat masih belum mengetahui dampak turunan akibat dibangunnya Smelter dan masyarakat masih beranggapan bahwa pembangunan proyek Smelter belum memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat setempat. Adapun hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang memiliki hubungan mempengaruhi persepsi masyarakat setempat yaitu umur, pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan.</p> <p>Kata kunci: Smelter, <em>kendall tau-b</em>, persepsi masyarakat</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This research&nbsp; is aimed 1) to know and describe the Smelter project development plan; 2) to describe the community's perception of the Smelter project development plan; 3) to identify factors that influence public perception. This study uses a survey method. The sampling technique was 60 respondents who were taken by accidental sampling. The analytical technique used is descriptive quantitative analysis, and Kendall tau-b analysis. The results of the study indicate that the West Sumbawa Regency Government provides optimal support regarding the construction of the Smelter project which is currently entering the main construction phase. The results regarding community perception show that in general the community still does not know the derivative impact due to the construction of the smelter and the community still thinks that the construction of the smelter project has not yet provided an economic impact for the local community. The results of the quantitative analysis show that there were four factors that affected the perception of the local community i.e age, knowledge, education and employment. </em></p> <p><em>Keywords: Smelter, kendall tau-b, public perception</em></p> Ahmad Zaenal Wafik Copyright (c) 2022 MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman 2022-07-31 2022-07-31 2 2 85 96 KRITIK AL-QURÁN TERHADAP BUDAYA KONSUMERISME MASYARAKAT MODERN https://ejournal.iainh.ac.id/index.php/muslimpreneur/article/view/189 <p><em>This paper describes the criticism of the Koran against the consumerism culture that develops in modern society. This study examines the main problem of how the Qur'an has a dialectic with this postmodern culture. The author uses this type of literature study by utilizing several books, journals and other scientific works as the main material in this research. After carrying out a series of processes, the author finds that the consumerism culture of modern society is criticized by the Qur'an in several ways: first, forcing oneself to buy an item. This often results in conflicts between individuals and even between families and this is what has been criticized by Q.S. Al-Maidah verse 88. Second, follow a life style excessively. This was criticized by Q.S. Al-A'raf 31. Third, buying liquor. We can observe this trend in today's young people who take drunkenness as a sign that they are not out of date. This culture is also criticized by the Qur'an Surah Al-Baqarah verse 219. Fourth, following the trend and wasteful consumption. This culture has also received criticism from the Qur'an, Surah Al-Isra' verse 29. Fifth, showing off expensive goods. From all the data, we find that the culture of consumerism often leads to showing off expensive goods. This attitude of showing off has been criticized by the Qur'an, Surah Q.S. Al-Isra' verse 37.</em></p> putri krisdiana Copyright (c) 2022 MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman 2022-07-31 2022-07-31 2 2 97 111